Willem Wandik (Wakil Bangsa Papua)

Beranda » HeadlineNews » HeadlineNews: Utang Pemerintah Alasan Kenaikan Tarif Listrik (Pencabutan Subsidi Listrik)

HeadlineNews: Utang Pemerintah Alasan Kenaikan Tarif Listrik (Pencabutan Subsidi Listrik)

HeadlineNews (DEP PUPK DPP PD) – Terdapat aturan yang menyesatkan dan tidak konsisten diterapkan oleh Pemerintah, terkait dasar penetapan kenaikan tarif TDL (Tarif Dasar Listrik).

Dasar kebijakan kenaikan tarif TDL, mengacu pada Permen ESDM No 31 Tahun 2014. Setidaknya ada 4 poin penting dalam aturan kenaikan TDL, pertama, penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan perubahan nilai tukar (semakin lemah nilai tukar rupiah maka akan memicu kenaikan TDL), kenaikan harga bahan bakar (semakin naik harga acuan ICP, maka akan memicu kenaikan TDL), inflasi bulanan (inflasi memicu kenaikan TDL), dan penyesuaian dilakukan tiap bulan (signal adanya kenaikan secara terus menerus).

Fakta nilai tukar rupiah pada hari ini (mei-juni 2017) jauh lebih stabil dibanding tahun 2015/2016. Namun, Pemerintah tetap menaikkan tarif TDL, bahkan menghapus golongan 900 VA dalam golongan pelanggan yang diberikan subsidi oleh pemerintah.

Pada tahun 2015, angka nilai tukar rupiah menembus 14.600 per USD dan di tahun 2016 nilai tukar Rupiah mencapai 13.700 per USD, sedangkan pada tahun 2017 nilai tukar Rupiah konsisten diangka 13.300 per USD.

Seharusnya penyesuaian TDL jauh lebih rendah dibandingkan 2 tahun sebelumnya, namun pemerintah, memilih untuk menaikkan tarif TDL dan mencabut subsidi 900 VA.

Sepertinya tekanan utang Pemerintah (kapitalisasi proyek nawacita), mendorong komersialisasi listrik lebih jauh, untuk memangkas kewajiban rutin pemerintah di sektor subsidi, dan fokus pada kemampuan pembayaran utang yang semakin menumpuk.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: