Willem Wandik (Wakil Bangsa Papua)

Beranda » HeadlineNews » HeadlineNews: Kegiatan Mata-Mata Rekening Masyarakat, Adiksi Utang Pemerintah

HeadlineNews: Kegiatan Mata-Mata Rekening Masyarakat, Adiksi Utang Pemerintah

HeadlineNews (DEP PUPK DPP PD) – Menggali sumber pendapatan yang seluas-luasnya menjadi sesuatu yang sangat penting di Pemerintahan hari ini, sebab kewajiban terutang Pemerintah terhadap pihak swasta (baik PMA maupun PMDN) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Meningkatnya kebutuhan anggaran Pemerintah, disebabkan oleh satu masalah yang sejatinya mudah untuk dikendalikan, yaitu adiksi Pemerintah terhadap pembiayaan utang untuk mengimbangi pagu belanja Pemerintah yang “overbudgeting“.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, Pemerintah mendesain struktur belanja melampaui kemampuan “fundamental” APBN. Lebih besar pasak daripada tiang, itulah ilustrasi yang sepadan untuk menggambarkan posisi keuangan Pemerintah dihari ini.

Publik masih teringat dengan proposal Menteri Keuangan di era Bambang Brodjonegoro, dalam rapat kerja digedung Komisi XI DPR RI pertanggal 6 Juni 2016. Saat itu, Menkeu Bambang menyampaikan adanya ancaman external yang membahayakan perekonomian Indonesia, berasal dari melambatnya perekonomian China sebagai mitra dagang utama Indonesia, yang dapat berdampak pada menurunnya pendapatan dari ekspor komoditas (migas dan non migas).

Alhasil, memang pada sisi penerimaan negara, disemester pertama (s-1) Tahun 2016, sektor komoditas hanya mampu menyumbang 27,4 Triliun (lebih rendah 69,7% dari target APBN pada saat itu).

Kemudian Menkeu mendorong program Tax Amnesty yang digadang-gadang sebagai “malaikat” penyelamat penerimaan negara, yang tidak kunjung meningkat sesuai rencana keuangan Pemerintah sebelumnya.

Namun apa yang terjadi setelah Program Tax Amnesty dilakukan? pada periode terakhir ditanggal 31 Desember 2016, tambahan dari tebusan program Tax Amnesty ternyata tidak mampu menambal target penerimaan perpajakan dari sektor PPh (mengalami defisit 23,1%).

Kemudian menjelang berakhirnya program Tax Amnesty per 31 Maret 2017, realisasi penerimaan pajak di sektor PPh mengalami defisit 83,7% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2017.

Dilihat dari struktur penerimaan negara, sepertinya Menkeu Srimulyani juga menyimpulkan pentingnya untuk mendorong target penerimaan pajak PPh (orang/badan), setelah sumber pendapatan dari sektor komoditas tidak lagi dapat mendongkrak penerimaan negara.

Lalu skenario apalagi yang ingin dicoba “trial” oleh Pemerintah? memasuki semester pertama Tahun 2017, Menkeu Srimulyani mencoba mendorong upaya perluasan basis pajak dengan meminta LJK untuk mematuhi kegiatan pelaporan rekening masyarakat (setelah Tax Amnesty dipandang belum mumpuni mendongkrak penerimaan perpajakan).

Opsi untuk melakukan aktivitas “survaillance” atau “mata-mata” terhadap rekening yang digunakan oleh masyarakat, menjadi opsi rasional selanjutnya yang tengah di dorong oleh Pemerintah. Tidak begitu penting, isu batasan (threshold) saldo rekening yang menjadi subyek laporan rutin LJK kepada Direktorat Pajak, terkait data rekening masyarakat (200 Juta versus 1 Miliar).

Selama Pemerintah tidak realistis menetapkan standarisasi “belanja” berdasarkan kemampuan fundamental APBN, maka posisi defisit penerimaan negara akan semakin parah dari tahun ke tahun. Kondisi inilah yang menciptakan “sikap” Pemerintah untuk terus mengeksplorasi potensi “kapitalisasi pajak” (untuk menambal dari sisi penerimaan) dan melaksanakan agenda efisiensi diantaranya “proyek” komersialisasi di sektor publik (komersialisasi BBM, Listrik, Infrastruktur, BLU, dan seterusnya) untuk memangkas beban keuangan Pemerintah (pada sisi belanja).

Menyimak petunjuk yang disajikan oleh Perpu No 1 Tahun 2017, Pasal 2 ayat 2 huruf b “..LJK wajib menyerahkan laporan yang berisi informasi keuangan (rekening orang/badan) untuk kepentingan perpajakan“. Secara tegas menjelaskan tujuan utama “aktivitas mata-mata” rekening masyarakat, untuk memperoleh manfaat perpajakan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: